Kamis, 30 November 2017

#TM10.Friday.011217. Eco Airport

WHAT
WHY
HOW
Definisi :
Eco airport adalah airport atau bandara yang ramah lingkungan (friendly environment), yaitu memanfaatkan sumber-sumber lingkungan yang ada dengan dampak kerusakan dan/atau gangguan lingkungan seminimal mungkin
(1)
Kenapa perlu eco airport?
Karena Demi menciptakan bandara yang ramah lingkungan. Eco airport sendiri juga untuk pendekatan pengelolaan bandara yang bervisi lingkungan hidup, seperti Bandara Soetta Terminal 3 yang sudah menerapkan eco airport agar mengurangi kebisingan suara,polusi udara.
Kendala dalam eco airport seperti emisi karbondioksida (CO2) yang berkontribusi 2 persen terhadap perubahan iklim. Dan bagaimana cara mengurangi emisi karbondioksida? melakukan penanaman pohon, material gedung ramah lingkungan, menghimbau agar maskapai penerbangan menggunakan pesawat-pesawat jenis baru, mengusahakan mobil-mobil di wilayah apron menggunakan biofuel, serta jangka panjang operasional listrik bandara dialihkan dengan tenaga panel surya (solar cell) yang juga bisa menghemat biaya operasional bandara.
(3)
Peraturan :
Peraturan pemerintah Republik Indonesia NO 40 TAHUN 2012 tentang PEMBANGUNAN DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN HIDUP BANDAR UDARA.
bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 216 dan Pasal
260 ayat (4) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan, perlu menetapkan Peraturan Pemerintah tentang Pembangunan dan Pelestarian Lingkungan Hidup Bandar
Udara. (2)


REFERENCE :
1.http://sayembaralansekap.blogspot.co.id/2011/02/pengertian-dan-penerapan-eco-airport.html
2. file:///C:/Users/ASUS%20X441U/Downloads/PP%20No%2040%20Tahun%202012.pdf
3. http://www.beritasatu.com/bisnis/36851-bandara-internasional-wajib-terapkan-eco-airport.html

Jumat, 24 November 2017

#TM9.Friday.241117.Strategi Pembangunan Transportasi Laut

TERMINOLOGI
WHAT
STRATEGI
WHY
HOW
CIF (Cost,Insurance and freight)
CIF merupakan Biaya, Asuransi, Pengangkutan mewajibkan eksportir
untuk membayar kedua kereta utama dan asuransi kargo. Dan biaya asuransi di tanggung eksportir
Mendorong supaya perubahan ketentuan perdagangan (term of trade) dapat dilakukan dengan ekspor cara CIF
Mengapa? Karena dengan pemerintah mengadakan ekspor menggunakan CIF Penjual wajib mengeluarkan biaya-biaya mengurusi sesuai dengan tanggungjawabnya dari sejak barang dikemas, barang dimuat dipabrik/gudang hingga diangkut ke pelabuhan tujuan. membuat perusahaan asuransi di Indonesia dapat berkembang.
Pemerintah lebih memilih CIF karena berbeda dengan yang lain, eksportir CIF sudah bertanggung jawab dengan asuransi.
CFR (Cost and Freight)

Biaya dan Pengangkutan (CFR) serupa dalam hal keduanya mewajibkan eksportir untuk memilih dan membayar yang utama kereta (laut atau udara ke luar negeri). CFR hanya digunakan untuk pengiriman dengan air transportasi. biaya perjalanan barang di atas kapal sampai di port atau pelabuhan terdekat si importir sudah ditanggung oleh Eksportir.





-

Karena CFR tidak seperti CIF yang menanggung asuransi. Jadi pemerintah lebih melihat keuntungan pada CIF

Sebaiknya pemerintah meningkatkan CFR dan mengembangkan eksportir importir di Indonesia, dan mengontrol biaya pasaran semua alat pengangkutan barang transportasi laut di Indonesia
FOB (Free On Board)
(FOB) hanya digunakan untuk pengiriman air. Resiko kerusakan ditransfer ke importir saat pengiriman melintasi rel kapal Pengekspor membayar untuk pemuatan. eksportir (penjual) hanya memiliki kewajiban untuk membayar biaya pengiriman barang sampai pada port atau pelabuhan terdekat dari gudangnya
Mendorong perubahan term of trade sehingga ekspor dapat dilaksanakan dengan FOB
(Freight on Board)
Pemerintah membuat strategi term of trade menggunakan FOB, Untuk meningkatkan devisa. Ternyata FOB hanya menjadi mekanisme imortir
FOB di butuhkan mengantar barang-barang eksportir, dari Gudang ke pelabuhan. Agar pemerintah apabila terjadi pelanggaran pada Peraturan ini akan dikenakan sanksi dalam impor tersebut.
REFERENCE : Buku Transportation A Supply Chain Prespective, Coyle, Novack, Gibson, Bardi http://ppid.dephub.go.id/files/rpjp2005-2025.pdf

Jumat, 17 November 2017

#TM8.Friday171117.Transportasi Berkesinambungan (Infrastruktur)

TERMINOLOGI
PENGERTIAN
FUNGSI(+)
AKIBAT(-)
Sustainable Transportation
Makalah ini secara sistematis mengulas investasi transportasi dibuat antara tahun 1990 dan 2009 di Boulder bersama dengan data on mode berbagi untuk menyoroti korelasi antara investasi di infrastruktur transportasi yang berkelanjutan dan peningkatan penggunaan
mode ini. Makalah ini menyajikan sebuah penelitian metodologis-novel tentang hubungan antara investasi (dalam hal transportasi kota
alokasi anggaran) dan berbagi mode.
Boulder adalah studi kasus yang ideal karena mewakili sebuah "kasus percontohan" (Yin, 2009) atau "kasus atipikal" (Flyvbjerg, 2006) dengan tingkat investasi yang tinggi dalam moda transportasi berkelanjutan dan upaya pengumpulan data yang ekstensif, sehingga memberikan yang maksimal informasi untuk mempromosikan transportasi berkelanjutan melalui investasi anggaran


-

Infrastructure

Analisis ini menilai data dari Boulder, Colorado, sebuah kota yang telah melakukan upaya substansial untuk memperbaiki transportasi multi-modainya infrastruktur dan layanan dengan berinvestasi pada infrastruktur dan layanan pejalan kaki, sepeda, dan transit

Analisis ini menilai data dari
Boulder, Colorado, sebuah kota yang telah melakukan upaya substansial untuk memperbaiki transportasi multi-modainya infrastruktur dan layanan dengan berinvestasi pada infrastruktur dan layanan pejalan kaki, sepeda, dan transit.

namun serangkaian keputusan kebijakan dan investasi infrastruktur Selama 30 tahun terakhir bertepatan dengan kenaikan Boulder status outlier di antara kota-kota AS untuk perjalanan non-mobil
Pembangunan Double Track / Double-Double Track

(double track). Peningkatan kapasitas track dan beban gandar (axle load) jalan KA merupakan kegiatan penting untuk mendukung peningkatan peran moda KA dalam sistem logistik/barang di Indonesia.

Pembangunan double track dapat meningkatkan strategi kapasitas untuk pengembangan

Dengan di bangun nya atau dengan adanya double track/double-double track dapat menyebabkan kemacetan karena dapat menunggu cukup lama saat kereta lewat

KESIMPULAN :
Dengan adanya pembangunan double track/double-double track dapat memperbaiki transportasi rel seperti menghindari terjadi kecelakaan bersamaan pada satu jalur, Dan meningkatkan infrastructure dalam bidang transportasi.
REFERENCE :

Summary Lean Logistics

HALAL LEAN RETAIL   “Examining retailers’ behavior in managing critical points in Halal meat handling: a  PLS  analysis” Abstra...