Kamis, 12 Oktober 2017

#TM-6.Friday.131017 Perkembangan Logistik

Perkembangan logistik saat ini (after 1978)

1.    laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia pada Desember 2016, konsumsi tumbuh cukup kuat didukung daya beli terkait inflasi yang rendah. Investasi, khususnya bangunan, tumbuh cukup kuat didukung oleh proyek infrastruktur pemerintah yang terus berjalan meskipun investasi swasta masih tertahan. Selain itu, ekspor mulai membaik pada Triwulan IV 2016 yang didukung oleh perbaikan seluruh kelompok, baik produk pertanian, bahan bakar, pertambangan, dan manufaktur. Optimisme para pelaku dan pihak-pihak terkait cukup tinggi terhadap perkembangan sektor logistik di tahun 2017. Para penyedia jasa logistik (transportasi, pergudangan, layanan nilai tambah logistik yang berkategori 2PL, 3PL, dan 4PL) optimis karena ukuran potensi pasar dan pertumbuhan sektor logistik di Indonesia memberikan peluang yang besar.

2.    soal nilai bisnis logistik di dalam negeri, pasti akan muncul komentar soal besarnya peluang yang bisa dinikmati para pelaku industri sektor ini. yang menyebut hingga akhir tahun 2013 nilai bisnis logistik telah menembus angka US$ 150 miliar atau Rp 1.722 triliun.

Dan ia memprediksi pada 2014 industri ini diperkirakan masih bisa meraup nilai hingga US$ 170 miliar atau Rp 1.951 triliun. Apalagi tahun 2014 adalah tahun politik, dimana Pemilihan anggota Legislatif dan Pemilihan Presiden akan digelar tahun ini. Sehingga Zaldy menyebutkan pertumbuhan tersebut akan didukung oleh peningkatan distribusi pengiriman barang terkait Pemilu 2014, selain pengembangan jaringan maupun rantai suplai perusahaan-perusahaan logistik yang beroperasi di Indonesia.


3.    pertumbuhan bisnis logistik cukup baik.Kuartal I 2015, total pendapatan logistik nasional mencapai Rp 120 triliun atau tumbuh sekitar 5-6% dibanding tahun lalu pada periode yang sama. Namun, pada kuartal II tahun ini, angkanya mengalami penurunan. Penyebabnya adalah menurunnya pasar ritel yang disebabkan oleh nilai dolar menguat, impor berkurang, dan bisnis menurun. biasanya dalam dua bulan sebelum lebaran kapasitas logistik sudah penuh. Bisa dikatakan untuk mencari truk yang kosong sudah susah. Namun, kini masih banyak yang kosong. Saat ini, kapasitas logistik yang terpakai baru 70% atau turun 30% dibanding tahun lalu.
Momen lebaran ini setiap tahunnya menjadi pelecut pertumbuhan industri logistik. Sekitar 35% pendapatan dalam setahun mampu dikontribusikan untuk momen lebaran saja. Meski begitu, asosiasi masih menargetkan angka positif hingga akhir tahun akan tumbuh 10%. Tahun lalu, total pendapatan logistik mencapai Rp 400 triliun atau tumbuh 15% jika dibanding tahun 2013

KESIMPULAN :

Perkembangan logistik setelah tahun 1978 selalu meningkat , karena pengelolaan yang efektif akan menjadi sumber keunggulan yang di ciptakan oleh perusahaan. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Summary Lean Logistics

HALAL LEAN RETAIL   “Examining retailers’ behavior in managing critical points in Halal meat handling: a  PLS  analysis” Abstra...