Perkembangan
logistik saat ini (after 1978)
1.
laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia pada Desember
2016, konsumsi tumbuh cukup kuat didukung daya beli terkait inflasi yang
rendah. Investasi, khususnya bangunan, tumbuh cukup kuat didukung oleh proyek
infrastruktur pemerintah yang terus berjalan meskipun investasi swasta masih
tertahan. Selain itu, ekspor mulai membaik pada Triwulan IV 2016 yang didukung
oleh perbaikan seluruh kelompok, baik produk pertanian, bahan bakar,
pertambangan, dan manufaktur. Optimisme para pelaku dan pihak-pihak terkait
cukup tinggi terhadap perkembangan sektor logistik di tahun 2017. Para penyedia
jasa logistik (transportasi, pergudangan, layanan nilai tambah logistik yang
berkategori 2PL, 3PL, dan 4PL) optimis karena ukuran potensi pasar dan
pertumbuhan sektor logistik di Indonesia memberikan peluang yang besar.
2.
soal nilai bisnis logistik di dalam negeri, pasti akan
muncul komentar soal besarnya peluang yang bisa dinikmati para pelaku industri
sektor ini. yang menyebut hingga akhir tahun 2013 nilai bisnis logistik telah
menembus angka US$ 150 miliar atau Rp 1.722 triliun.
Dan ia memprediksi pada 2014 industri ini
diperkirakan masih bisa meraup nilai hingga US$ 170 miliar atau Rp 1.951
triliun. Apalagi tahun 2014 adalah tahun politik, dimana Pemilihan anggota
Legislatif dan Pemilihan Presiden akan digelar tahun ini. Sehingga Zaldy
menyebutkan pertumbuhan tersebut akan didukung oleh peningkatan distribusi
pengiriman barang terkait Pemilu 2014, selain pengembangan jaringan maupun
rantai suplai perusahaan-perusahaan logistik yang beroperasi di Indonesia.
(source: http://ali.web.id/press_release.php?id=37
)
3.
pertumbuhan bisnis logistik cukup baik.Kuartal I 2015,
total pendapatan logistik nasional mencapai Rp 120 triliun atau tumbuh sekitar
5-6% dibanding tahun lalu pada periode yang sama. Namun, pada kuartal II tahun
ini, angkanya mengalami penurunan. Penyebabnya adalah menurunnya pasar ritel
yang disebabkan oleh nilai dolar menguat, impor berkurang, dan bisnis menurun.
biasanya dalam dua bulan sebelum lebaran kapasitas logistik sudah penuh. Bisa
dikatakan untuk mencari truk yang kosong sudah susah. Namun, kini masih banyak
yang kosong. Saat ini, kapasitas logistik yang terpakai baru 70% atau turun 30%
dibanding tahun lalu.
Momen lebaran ini setiap tahunnya menjadi pelecut
pertumbuhan industri logistik. Sekitar 35% pendapatan dalam setahun mampu
dikontribusikan untuk momen lebaran saja. Meski begitu, asosiasi masih
menargetkan angka positif hingga akhir tahun akan tumbuh 10%. Tahun lalu, total
pendapatan logistik mencapai Rp 400 triliun atau tumbuh 15% jika dibanding
tahun 2013
KESIMPULAN :
Perkembangan
logistik setelah tahun 1978 selalu meningkat , karena pengelolaan yang efektif
akan menjadi sumber keunggulan yang di ciptakan oleh perusahaan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar