Jumat, 13 Oktober 2017

#TM7.Sunday151017.Logistical System Components

NO
KOMPONEN
FAKTA
PEMAHAMAN
1.
Facility location structure
(struktur fasilitas)
Classical economic analysis had been deficient in that it neglected the importance facility location to operating performance. When economists of studied relationships within a variety of market structures, location advantages and transportation cost were often to be either nonexistent or equal among competitive firms. The number, size, and geographical arrangement of facilities operated or used near a direct relationship to the enterprise’s customer service capabilities and corresponding logistical cost outlay.
(PAGE 43)
Struktur fasilitas sangat penting terhadap kinerja operasi, seperti fasilitas lokasi dan biaya transportasi. Dan perusahaan harus memperhatikan lokasi yang efektif sebab keuntungan meningkat di lihat dari lokasi dimana berada.
2.
Transportation
(transportasi)
Generally, an enterprise has three alternatives in establishing transportation capability. First, a private fleet of equipment may be purchased or leased. Second, specific contracts may be arranged with transport specialists to provide contract movement service. Third, an enterprise may engage the services of any legally authorized transport company that offers point-to-point transfer at specified charges. These three forms of transport are known as private, contract, and common carriage.
(PAGE 44)
Pada umumnya ada 3 alternatif dalam perusahaan untuk membangun kemampuan transportasi, alternatif pertama peralatan pribadi bisa di beli dan di sewa, kedua dalam bentuk hubungan kontrak dengan jasa pengangkut, dan ketiga perusahaan melibatkan layanan yang berwenang secara legal pada perusahaan transportasi untuk menyewa tanpa harus melewati kontrak.
3.
Communication
(komunikasi)
Communication is an often-neglected activity in the logistical systems. In the past such neglect was due in part to the lack of data-processing and data transmission equipment capable of handling the necessary flow of information. A more important reason, however, has been the lack of understanding regarding the impact rapid an accurate communication can have upon logistical performance.
(PAGE 46)
Komuikasi dalam sistem logistik sering kali di abaikan, karena kurangnya pemahaman terhadap prestasi logistik. Mungkin juga karena informasi yang di terima kurang akurat dalam kebutuhan suatu nasabah tersebut. Dan peralatan pengolahan data menangani arus informasi tidak ter-urus dengan baik.
4.
Imventary
(persediaan)
The requirement for transport between facilities is based on the inventory policy followed by an enterprise. Logistical programs should be initiated with the objective of committing as few assets to inventory as possible. The answer to a sound inventory program is found in selective deployment centering on four factors: (1) customer qualities, (2) product qualities, (3) transport integration, and (4) competitor performance. Each of these factors is discussed briefly.
(PAGE 45)
Persyaratan integrasi persediaan dalam logistik untuk mempertahankan kuantitas terendah. Program logistik di mulai dengan tujuan melakukan sedikit mungkin inventori asset, faktor yang mempengaruhi ialah; 1) kualitas pelanggan 2) kualitas produk 3) integrasi transportasi 4) kinerja pesaing. Jika perusahaan memiliki persediaan yang sedikit akan dapat mengatur dengan tepat jika kelebihan perusahaan akan sulit mengaturnya
5.
Handeling and Storage
(penanganan dan penyimpanan)
In a broad sense, handling and storage involves movements, packaging, and containerization. Handling accounts for a great deal of the cost of logistics in terms of operations and capital expenditure. It stands to reason that the fewer times a product has to be handled in the total process, the less restricted and more potentially efficient will be the total physical flow.
(PAGE 47)
Proses penanganan dan penyimpanan berhubungan dengan semua aspek operasi, menyangkut arus persediaan melalui fasilitas yang hanya bergerak untuk kebutuhan suatu produk. Dengan semakin dikit produk yang di tangani semakin sedikit hambatan arus total fisiknya
KESIMPULAN : Kekuatan utama logistik terletak pada teknik dan konsep penanganan yang terpadu. Komponen logistik dapat berkembang dari pengembangan konsep hingga ke sistem yang integritas. Focus pusat logistik adalah komitmen pada persediaan, jika perusahaan tidak secara konsisten memenuhi kebutuhan waktu dan tempat maka tidak efisien usaha yang di capai.

Kamis, 12 Oktober 2017

#TM-6.Friday.131017 Perkembangan Logistik

Perkembangan logistik saat ini (after 1978)

1.    laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia pada Desember 2016, konsumsi tumbuh cukup kuat didukung daya beli terkait inflasi yang rendah. Investasi, khususnya bangunan, tumbuh cukup kuat didukung oleh proyek infrastruktur pemerintah yang terus berjalan meskipun investasi swasta masih tertahan. Selain itu, ekspor mulai membaik pada Triwulan IV 2016 yang didukung oleh perbaikan seluruh kelompok, baik produk pertanian, bahan bakar, pertambangan, dan manufaktur. Optimisme para pelaku dan pihak-pihak terkait cukup tinggi terhadap perkembangan sektor logistik di tahun 2017. Para penyedia jasa logistik (transportasi, pergudangan, layanan nilai tambah logistik yang berkategori 2PL, 3PL, dan 4PL) optimis karena ukuran potensi pasar dan pertumbuhan sektor logistik di Indonesia memberikan peluang yang besar.

2.    soal nilai bisnis logistik di dalam negeri, pasti akan muncul komentar soal besarnya peluang yang bisa dinikmati para pelaku industri sektor ini. yang menyebut hingga akhir tahun 2013 nilai bisnis logistik telah menembus angka US$ 150 miliar atau Rp 1.722 triliun.

Dan ia memprediksi pada 2014 industri ini diperkirakan masih bisa meraup nilai hingga US$ 170 miliar atau Rp 1.951 triliun. Apalagi tahun 2014 adalah tahun politik, dimana Pemilihan anggota Legislatif dan Pemilihan Presiden akan digelar tahun ini. Sehingga Zaldy menyebutkan pertumbuhan tersebut akan didukung oleh peningkatan distribusi pengiriman barang terkait Pemilu 2014, selain pengembangan jaringan maupun rantai suplai perusahaan-perusahaan logistik yang beroperasi di Indonesia.


3.    pertumbuhan bisnis logistik cukup baik.Kuartal I 2015, total pendapatan logistik nasional mencapai Rp 120 triliun atau tumbuh sekitar 5-6% dibanding tahun lalu pada periode yang sama. Namun, pada kuartal II tahun ini, angkanya mengalami penurunan. Penyebabnya adalah menurunnya pasar ritel yang disebabkan oleh nilai dolar menguat, impor berkurang, dan bisnis menurun. biasanya dalam dua bulan sebelum lebaran kapasitas logistik sudah penuh. Bisa dikatakan untuk mencari truk yang kosong sudah susah. Namun, kini masih banyak yang kosong. Saat ini, kapasitas logistik yang terpakai baru 70% atau turun 30% dibanding tahun lalu.
Momen lebaran ini setiap tahunnya menjadi pelecut pertumbuhan industri logistik. Sekitar 35% pendapatan dalam setahun mampu dikontribusikan untuk momen lebaran saja. Meski begitu, asosiasi masih menargetkan angka positif hingga akhir tahun akan tumbuh 10%. Tahun lalu, total pendapatan logistik mencapai Rp 400 triliun atau tumbuh 15% jika dibanding tahun 2013

KESIMPULAN :

Perkembangan logistik setelah tahun 1978 selalu meningkat , karena pengelolaan yang efektif akan menjadi sumber keunggulan yang di ciptakan oleh perusahaan. 

Kamis, 05 Oktober 2017

#TM5 - Fri.061017 - Logistics History

NO

Periode

Fakta

Pemahaman

1.       

<1950

“prior to 1950 the typical enterprise treated the process of logistical management on a fragmentary basis. from the beginning of the industrial revolution, our national capacity outstripped our capacity to mass-distribute”.

(page 4&5)

Sebelum tahun 1950, perusahaan biasa memperlakukan proses manajemen logistik secara terpisah-pisah. Sejak awal revolusi industri, kapasitas nasional kita melampaui kapasitas kita untuk mendistribusikan secara massal.

Di balik periode 1950 perusahaan mengatur manajemen logistik secara tidak baik dan revolusi industri kita sudah melampaui kapasitas secara massal.

2.       

1956-1965

“Period of crystallization

This period in which the concept of logistics is split into an integrated/ crystallized after years of absence of clarity.major developments obtained from this crystallization are:

-Developed total cost of analysis”.

(page 6)

Periode kristalisasi

Periode di mana konsep logistik dipecah menjadi terpadu / mengkristal setelah bertahun-tahun tidak adanya kejelasan. Perkembangan utama yang diperoleh dari kristalisasi ini adalah:

- Total biaya analisis.

Perkembangan di periode ini pusat kegiatan logistic menciptakan kompromi dan kebutuhan tradisional. Agar keyakinan kinerja menjadi titik focus utama perencanaan.

3.        

1965-1970

“Where the period from 1965 to 1970 was the time when the basic concepts of logistics were tested. The results are also in accordance with expectations and bonafit bring benefits and then followed the companies began to apply logistics in an integrated manner.”

(page 9)

Dimana periode 1965 sampai 1970 adalah saat konsep dasar logistik diuji. Hasilnya juga sesuai dengan harapan dan bonafit membawa manfaat dan kemudian diikuti perusahaan mulai menerapkan logistik secara terpadu.

Saat terjadi periode tahun ini konsep logistik kembali membuah kan hasil yang sesuai dengan harapan kemudian perusahaan secara cepat menerapkan sistem logistik secara terpadu.

4.        

1970-1978

“This period is a period in which the long-term uncertainty, which emerged for the first time since the second world war, where energy reserves have become critical and rising fuel prices are of concern, affecting all aspects of the various industrial lines of production.”

 

Periode ini adalah periode di mana ketidakpastian jangka panjang, yang muncul untuk pertama kalinya sejak perang dunia kedua, di mana cadangan energi menjadi sangat penting dan kenaikan harga bahan bakar menjadi perhatian, yang mempengaruhi semua aspek dari berbagai hasil produksi industri.

Periode ini cadangan energi dan kenaikan bahan bakar mengalami kekurangan, akhirnya awal 1970-an salah satu periode penelitian dan pengembangan merencanakan sistem logistik dari subtansial jadi kenyataan.

5.        

>1978

“the decades ahed offer the prospect of even greater payoffs from the full implementation of logistic management in retrospect some of the critical necessities that stimulated the matariels concern were exaggerated but many were not.”

 

Dekade yang lalu menawarkan prospek hasil yang lebih besar lagi dari penerapan manajemen logistik secara penuh dalam memikirkan kembali beberapa kebutuhan kritis yang merangsang perhatian maternal yang berlebihan, namun banyak yang tidak.

Setelah periode ini pengelolaan logistik sudah semakin baik menjadi lebih umum. Potensi berintegrasi lebih banyak dari pada distribusi fisik atau manajemen material.

Summary Lean Logistics

HALAL LEAN RETAIL   “Examining retailers’ behavior in managing critical points in Halal meat handling: a  PLS  analysis” Abstra...